Senin, Oktober 04, 2010

Penaggulan Pendidikan di Masyarakat melalui PKBM

Masalah kemiskinan di Indonesia sudah lama menjadi fokus perhatian dan mencetuskan banyak program pengentasan kemiskinan termasuk pendidikan. Salah satunya dengan diadakannya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).  Program PKBM menyertakan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaannya, dengan PKBM swasta dan dana sendiri.


Penguatan melalui pemberdayaan kelembagaan masyarakat PKBM ini dibutuhkan dalam rangka membangun dan menjadi wadah bagi masyarakat miskin untuk memperjuangkan diri, hidup mandiri dan secara berkelanjutan menyuarakan aspirasi maupun kebutuhan mereka.
Di lain pihak, penguatan ini, diharapkan mampu memberikan sumbangan positif terhadap proses pengambilan keputusan berkaitan dengan kebijakan pendidikan dilingkungan masyarakat setempat, baik aspek sosial, ekonomi maupun pendidikan kemasyarakatan.
Penguatan kelembagaan masyarakat ini pun dititikberatkan pada upaya pemberdayaan peran masyarakat sebagai motor penggerak sekaligus ‘melembagakan’ dan ‘membudayakan’ kembali nilai-nilai kemanusiaan serta pendidikan kemasyarakatan, sebagai nilai-nilai utama yang melandasi aktivitas penanggulangan masalah pendidikan di masyarakat setempat. Melalui kelembagaan PKBM diharapkan kelompok masyarakat tidak ada lagi yang terjebak pada putus sekolah, putus pendidikan, dan pada gilirannya mampu meningkatkan taraf hidup, kualitas hidup dan peningkatan sosial  masyarakat yang lebih mandiri dalam melaksanakan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.
Selama ini kelembagaan masyarakat lebih banyak dihadirkan dalam konteks legal-politis seperti LKMD atau LMD. Kedua lembaga di tingkat desa ini tidak jarang hanya mengedepankan ketokohan dan kepemimpinan figur tunggal kepala desa. Penokohan seperti ini dengan mengeliminasi tokoh masyarakat lain dianggap mengabaikan kapital sosial yang dimiliki masyarakat.
Model kelembagaan dengan mengedepankan pencitraan seperti di atas dirasakan mempengaruhi peran serta masyarakat. Padahal sesungguhnya masyarakat menyimpan daya dukung dan daya dorong dalam setiap hal yang berkaitan dengan kehidupan mereka, tidak terkecuali dimensi pendidikan dimana keberadaan PKBM menjadi penting.